Showing posts with label other people. Show all posts
Showing posts with label other people. Show all posts

Saturday, 27 April 2013

[Soneta] Seorang Perempuan yang Ditinggal Mati Kekasihnya

: Untuk Maryah dan Ayyu’


Ia, pada akhirnya, mampu maklum terhadap tugas malaikat
yang, jika waktunya tiba, bekerja sebagaimana biasa, mencabut nyawa
meskipun dulu ia menganggap (malaikat itu) kejam dan jahat
yang tidak memberinya kesempatan sekedar mengucap selamat berpisah kepada kekasihnya.

“Jangan bersedih,” katanya kepada dirinya sendiri menguat-nguatkan
perasaan kehilangan ketika menyaksikan peristiwa yang mengait-ngaitkan
ingatan kepada kekasihnya hingga memuncak-buncahkan kerinduan
membuat ia kadang-kadang bertanya, “Kapan aku juga bisa berselimut kafan?”

Sungai yang berhulu di pelupuk matanya tidak pernah
kering. Ia sering meluangkan waktu meluapkan 
kenangan yang tertampung dan kemudian tertumpah
setelah sesaat sebelumnya masih berbentuk genangan.

Pandangannya mengabur, jantungnya berdebar-getar tidak teratur
mengingat seseorang yang telah lama tertidur, pulas, di kubur.



>> Cipulir, 09 November '09
by ka acank

a.d.i.k


Kamu boleh
Pergi tanpa pamit, tanpa basa-basi.
Berlari sejauh-sejauhnya dimana tak ada aku.
Tak ada suaraku, namaku, wangiku,  catatan-catatanku.

Jika kau tak berhenti menabuh genderang perang, sampai kapanku panji peperangan akan tetap kukobarkan. Ini bukan tentang kepemilikan atau penguasaan. Ini tentang -isme-.
Kau berhak mencinta dan memilih cara untuk meluapkannya. Tapi jangan pernah bersentuhan denganku. Sebab aku yang akan mendepakmu. Sehalus apapun caranya.
Kuhargai apa yang pernah menjadi milikmu. Tapi buka sisi otak atau celah hatimu. Pahami, tidak semua lini kehidupan berjalan sesuai maumu.
MAafkan aku adik. Jika aku terbahak ditengah kecewamu.

Sunday, 24 October 2010

Tuti For Me

ah, pinguinku kenapa harus kau alami semua ini. Di saat kau telah berhasil menguak arti sebuah rasa, mengapa luka justru datang menyapa..ingin rasanya membuat perhitungan dengan orang yang menorehkan luka dihatimu, tapi aku yakin kau akan melarang. Karena kau yakini keputusannya adalah yang terbaik, meski harus meninggalkan luka dihatimu. Ah, pinguin tak kusangka curhat-curhat panjang itu akan berakhir seperti ini. Maafkan jika sembabnya matamu luput dari pandanganku. Tapi yakinlah aku mencoba meresapi apa yang sedang kau rasa. aku yakin kau tegar dan menarik hikmah dari apa yang kau alami, pun juga aku.

Sahrun Sayuti dan Zoebair Bakrie (Alm)

Lelaki itu...

tak miliki lagi bariton suara, cerita tanpa jeda, semangat membara

tanah telah menelan tubuh, menjadi santapan cacing-cacing

tapi getar hatiku masih ada, mataku tetap basah

lelaki-lelaki itu...menularkn selaksa kekuatan, pencarian

Aku...akan tetap setangguh karang!

Monday, 18 October 2010

C.E.R.M.I.N UNTUKMU (Mantan Kekasih Kekasihku)


Jika aku punya uang...

akan kubelikan kau cermin yang gede

kukirimkan lewat tiki atau mobil open kap

akan kubayar sendiri jadi kau tak perlu menungguinya d depan rumahmu

akan kupasangkan di tempat yang paling mudah kau jangkau

agar kau berkaca, agar kau tau dirimu

setelah itu aku akan berdiri d pinggir sungai yang memiliki air jernih

agar kubisa juga menatap refleksi diriku

akan kuambil bebatuan untuk menggosok borokku

kupesankan padamu, bercerminlah tepat matahari d atas atap rumahmu

dan jaga cerminku, jangan pecahkan jika tak mampu sejernih maumu.


Gadis yang Memalingkan Wajahnya (n!4)

Jika dia menginginkanmu dan kau juga ingin, aku akan melepasnya.

Tapi kurasa kau tak sebaik itu untuknya!!!!

ADIK IR (ini tentang pilihan)

Aku mengakrabimu lewat cerita dan komunikasi yang terpampang jelas d mataku. Awalnya aku tak masalah sebab tak ada kepentingan atasnya. jalinan ini berjalan tanpa semangat d pihakku. aku juga tidak behak mengganggu tatanan lama yang telah ada sebelum aku ada. tapi lambat laun, namamu tak lagi nyaman terdengar. otak dan rasaku bergolak atas kemungkinan-kemungkinan. salahku juga mampu membaca hal-hal tersirat, dianugrahi gen investigator. ini bukan tentang takut kehilangannya. ini semata aku tak sudi dipecundangi apalagi hanya oleh orang sepertimu. Kecurigaan berdasar mulai kurasakan. aku menyimpannya dan mencari bukti. kujelajahimu jauh, bahkan pada ruang2 yang tak terpikir olehnya yang mengenalmu. Tapi aku tak cukup bukti. tapi aku juga tak akan menyerah pada "kecemburuan buta" yang dia namakan. Aku bukan perempuan tak berotak dan aku juga bukan perempuan yang bisa d pecundangi. angkuhku memang tapi aku memberinya kebebabas untuk memilih. dia marah dan menyangkal. diantara kalian tak ada yang istimewa, dia pernah kasihan atau tepatnya simpati d awal kalian bertemu. tak pernah ada keinginan untuk bersama, katanya tegas.

bukannya aku tak mempercayainya, tapi lagi-lagi hati dan otakku berkata ada sesuatu yang bukan hanya sekedar teman biasa. jarak usia yang terpaut jauh, hanya dipertemukan dalam pelatihan yang tak kontinu, terhalang jarak, tak memiliki backround yang sama... lalu apa alasan untuk menyampaikan rasa sakitmu, kondisi cuaca, aktivitas? mungkin kau menyangkalku, perlukah ada alasan untuk sebuah pertemanan? tapi komunikasi intens dua manusia dewasa mustahil tanpa tendensi. padahal saat itu kau tau telah ada hati lain yang mesti dijaga. banyak waktu yang kubunag untuk membahas ini bersamanya. dia belum sepenuhnya d pihakku sebab tak ada bukti. aku tak letih mencarinya. dan kau...sangat membantuku untuk menemukan jawabannya. cinta remaja yang kau simpan untuknya menghiasi blogmu dan menjadi santapan siap saji yang terbuka untuk ditelaah, apalagi olehku. Aku menjabarkannya dan dia banyak terdiam atas kebenaranku. ini bukan lagi tentang cintamu yang tak sampai, tapi tentang kepercayaannya pada apa yng kurasakan. dan puisi2mu...:

Tuesday, 16 December 2008

Bapak

kerut wajah itu, gurat duka itu
masih sama...
tak mampu kutatapnya
air mataku pun tak sanggup kupasung
sedikit enggan mengenalmu dalam perih
sesal tak kuturutkan ingin dia dulu
rengkuhan tanganmu melemah
ceritamu yang terpatah
tak terjemahkan sakitmu
pun olehku yang menjadi sahabatnya
bapak... tabahlah
kuhibur diriku pula dengan raga lunglai
dia bahagia... semoga

Saturday, 29 November 2008

Serenade Airmata Untukmu (Mansur Semma)

Aku menangis untukmu
Bukan tak rela atas pergimu
Bukan paksa kehendak untuk adamu
Tapi belum terkuras sepenuhnya cintamu

Ada berjuta getaran dalam hatiku akan hadirmu yang tak begitu sering
Bangga dan haru berpijar-pijar ronai syarafku
Semangat, kesederhanaan, pengabdian, senyuman
Kontras dengan tongkat dan cahaya yang tak kompromi dengan matamu

Kanda...
Ceceran nilai belum juga kurangkai
Tinta ini belum juga menjadi puisi
Suaraku masih tertelan ombak
Karyaku masih sebatas inspirasi yang mengendap

Pikiran naifku, ranah ilmu ini masih membutuhkanmu
Masih butuh loncatan-loncatan fikiranmu
Tapi aku sadar, tempat indahmu telah tersedia
Kudoa semoga itu jannahNya