Ketuk pintuku dan silahkan bertamu. Nikmati secangkir teh dan beberapa potong kata tersurat serta tersirat. Mengguratkan senyum, mengharukan hati, bergolak amarah. Semoga ada ibrah. It's me.... Eeshma *_*
Saturday, 27 April 2013
[Soneta] Seorang Perempuan yang Ditinggal Mati Kekasihnya
Ia, pada akhirnya, mampu maklum terhadap tugas malaikat
yang, jika waktunya tiba, bekerja sebagaimana biasa, mencabut nyawa
meskipun dulu ia menganggap (malaikat itu) kejam dan jahat
yang tidak memberinya kesempatan sekedar mengucap selamat berpisah kepada kekasihnya.
“Jangan bersedih,” katanya kepada dirinya sendiri menguat-nguatkan
perasaan kehilangan ketika menyaksikan peristiwa yang mengait-ngaitkan
ingatan kepada kekasihnya hingga memuncak-buncahkan kerinduan
membuat ia kadang-kadang bertanya, “Kapan aku juga bisa berselimut kafan?”
Sungai yang berhulu di pelupuk matanya tidak pernah
kering. Ia sering meluangkan waktu meluapkan
kenangan yang tertampung dan kemudian tertumpah
setelah sesaat sebelumnya masih berbentuk genangan.
Pandangannya mengabur, jantungnya berdebar-getar tidak teratur
mengingat seseorang yang telah lama tertidur, pulas, di kubur.
>> Cipulir, 09 November '09
by ka acank
a.d.i.k
Sunday, 24 October 2010
Tuti For Me
Sahrun Sayuti dan Zoebair Bakrie (Alm)
Monday, 18 October 2010
C.E.R.M.I.N UNTUKMU (Mantan Kekasih Kekasihku)

Jika aku punya uang...
akan kubelikan kau cermin yang gede
kukirimkan lewat tiki atau mobil open kap
akan kubayar sendiri jadi kau tak perlu menungguinya d depan rumahmu
akan kupasangkan di tempat yang paling mudah kau jangkau
agar kau berkaca, agar kau tau dirimu
setelah itu aku akan berdiri d pinggir sungai yang memiliki air jernih
agar kubisa juga menatap refleksi diriku
akan kuambil bebatuan untuk menggosok borokku
kupesankan padamu, bercerminlah tepat matahari d atas atap rumahmu
dan jaga cerminku, jangan pecahkan jika tak mampu sejernih maumu.
Gadis yang Memalingkan Wajahnya (n!4)
Jika dia menginginkanmu dan kau juga ingin, aku akan melepasnya.
Tapi kurasa kau tak sebaik itu untuknya!!!!
ADIK IR (ini tentang pilihan)
Aku mengakrabimu lewat cerita dan komunikasi yang terpampang jelas d mataku. Awalnya aku tak masalah sebab tak ada kepentingan atasnya. jalinan ini berjalan tanpa semangat d pihakku. aku juga tidak behak mengganggu tatanan lama yang telah ada sebelum aku ada. tapi lambat laun, namamu tak lagi nyaman terdengar. otak dan rasaku bergolak atas kemungkinan-kemungkinan. salahku juga mampu membaca hal-hal tersirat, dianugrahi gen investigator. ini bukan tentang takut kehilangannya. ini semata aku tak sudi dipecundangi apalagi hanya oleh orang sepertimu. Kecurigaan berdasar mulai kurasakan. aku menyimpannya dan mencari bukti. kujelajahimu jauh, bahkan pada ruang2 yang tak terpikir olehnya yang mengenalmu. Tapi aku tak cukup bukti. tapi aku juga tak akan menyerah pada "kecemburuan buta" yang dia namakan. Aku bukan perempuan tak berotak dan aku juga bukan perempuan yang bisa d pecundangi. angkuhku memang tapi aku memberinya kebebabas untuk memilih. dia marah dan menyangkal. diantara kalian tak ada yang istimewa, dia pernah kasihan atau tepatnya simpati d awal kalian bertemu. tak pernah ada keinginan untuk bersama, katanya tegas.
bukannya aku tak mempercayainya, tapi lagi-lagi hati dan otakku berkata ada sesuatu yang bukan hanya sekedar teman biasa. jarak usia yang terpaut jauh, hanya dipertemukan dalam pelatihan yang tak kontinu, terhalang jarak, tak memiliki backround yang sama... lalu apa alasan untuk menyampaikan rasa sakitmu, kondisi cuaca, aktivitas? mungkin kau menyangkalku, perlukah ada alasan untuk sebuah pertemanan? tapi komunikasi intens dua manusia dewasa mustahil tanpa tendensi. padahal saat itu kau tau telah ada hati lain yang mesti dijaga. banyak waktu yang kubunag untuk membahas ini bersamanya. dia belum sepenuhnya d pihakku sebab tak ada bukti. aku tak letih mencarinya. dan kau...sangat membantuku untuk menemukan jawabannya. cinta remaja yang kau simpan untuknya menghiasi blogmu dan menjadi santapan siap saji yang terbuka untuk ditelaah, apalagi olehku. Aku menjabarkannya dan dia banyak terdiam atas kebenaranku. ini bukan lagi tentang cintamu yang tak sampai, tapi tentang kepercayaannya pada apa yng kurasakan. dan puisi2mu...:
Tuesday, 16 December 2008
Bapak
masih sama...
tak mampu kutatapnya
air mataku pun tak sanggup kupasung
sedikit enggan mengenalmu dalam perih
sesal tak kuturutkan ingin dia dulu
rengkuhan tanganmu melemah
ceritamu yang terpatah
tak terjemahkan sakitmu
pun olehku yang menjadi sahabatnya
bapak... tabahlah
kuhibur diriku pula dengan raga lunglai
dia bahagia... semoga
Saturday, 29 November 2008
Serenade Airmata Untukmu (Mansur Semma)
Bukan tak rela atas pergimu
Bukan paksa kehendak untuk adamu
Tapi belum terkuras sepenuhnya cintamu
Ada berjuta getaran dalam hatiku akan hadirmu yang tak begitu sering
Bangga dan haru berpijar-pijar ronai syarafku
Semangat, kesederhanaan, pengabdian, senyuman
Kontras dengan tongkat dan cahaya yang tak kompromi dengan matamu
Kanda...
Ceceran nilai belum juga kurangkai
Tinta ini belum juga menjadi puisi
Suaraku masih tertelan ombak
Karyaku masih sebatas inspirasi yang mengendap
Pikiran naifku, ranah ilmu ini masih membutuhkanmu
Masih butuh loncatan-loncatan fikiranmu
Tapi aku sadar, tempat indahmu telah tersedia
Kudoa semoga itu jannahNya